Pages

Sabtu, 10 November 2012

BAHAN AJAR AKUTANSI KELAS XI

 BAHAN AJAR AKUTANSI  CLICK HERE

Penyusun: Riry Mardiyan, S.Pd
Handout Akuntansi Semester 1 1
AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI
A. SEJARAH AKUNTANSI
- Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia mulai dapat menghitung dan membuat suatu catatan, dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun. Pada abad ke–15, terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik sehingga akuntansi mulai berkembang.
- Pada tahun 1494 Luca Pacioli menulis buku “SUMMA DE ARITHMETICA GEOMETRICA, PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu babnya memuat akuntansi untuk para pelaku usaha dengan sistem pembukan berpasangan yang disebut dengan sistem kontinental. Sistem Kontinetal merupakan pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debit dan kredit secara seimbang dan menghasilkan pembukuan yang sistematis serta laporan keuangan yang terpadu. Dengan menggunakan sistem ini perusahaan mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan, serta hak pemilik.
- Pembukuan (bookkeeping) mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642 pada zaman pendudukan Belanda dengan sistem kontinental. Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri (AS), dan sejak itu pula sistem akuntansi bergeser dari sistem kontinental ke sistem Anglo Saxon (AS), karena dipandang lebih efisien dan praktis. Seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi di Indonesia.
B. PENGERTIAN, PROSES DAN KEGUNAAN AKUNTANSI
1. Pengertian Akuntansi
- Akuntansi merupakan bahasa bisnis (accounting is a business language). Sebagai bahasa bisnis, akuntansi merupakan alat berpikir pengelola usaha (manajer) dalam menjalankan bisnis dan mengomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan bisnis tersebut. Dalam hal ini akuntansi dapat dikatakan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak terkait mengenai aktivitas dan kondisi suatu perusahaan.
- Menurut AICPA (American Institute of Certificate Public Accountans) Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolangan, dan peringkasan dengan suatu cara tertentu dan dalam nilai uang terhadap kejadian atau transaksi yang paling sedikit atau sebagian bersifat keungan dan penasiran terhadap hasil-hasilnya.
- Menurut AAA (American Acounting Association), akuntansi adalah proses pengidentifiaksian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan dilakukannya penilaian dan keputusan yang tepat bagi para pemakai informasi tersebut.
- Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa:
a. Akuntansi merupakan proses identifikasi/pengenalan, pengukuran dan pelaporan ekonomi.
b. Informasi yang di hasilakan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk penilaian dan pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya.
2. Proses Akuntansi
a. Tahap Identifikasi dan Pengukuran Data
- Data adalah transaksi-transaksi dan kejadian dalam perusahaan. Setiap transaksi atau kejadian akan berhubungan dengan tindakan yang telah diselesaikan, misalnya membeli barang. Sedangkan keinginan membeli barang tidak termasuk transaksi, karena belum dilaksanakan. Data yang telah diidentifikasikan ini kemudian diukur. Satuan pengukur yang tepat adalah satuan uang (rupiah, dollar, yen, dan lain-lain).
IDENTIFIKASI
PENCATATAN
PENGGOLONGAN
PERINGKASAN
PELAPORAN
PENAFSIRAN/
ANALISA
Penyusun: Riry Mardiyan, S.Pd
Handout Akuntansi Semester 1 2
b. Tahap pencatatan dan penggolongan meliputi kegiatan :
1) Penyusunan atau pembuatan bukti-bukti pembukuan atau bukti transaksi, baik transakai internal maupun transaksi eksternal.
2) Pencatatan ke dalam jurnal, baik ke dalam jurnal umum maupun ke dalam jurnal khusus
3) Posting atau pencatatan ke buku besar, baik ke buku besar utama maupun buku besar pembantu
c. Tahap pengikhtisaran / peringkasan meliputi kegiatan :
1) Penyusunan neraca saldo, yang datanya bersumber dari saldo-saldo yang ada pada buku besar
2) Penyusunan jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode, dan penyusunan kertas kerja/neraca lajur, yang bertujuan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan
3) Pembuatan jurnal penutup, dibuat untuk mengetahui besarnya laba atau rugi suatu perusahaan dan sekaligus untuk menutup perkiraan atau akun yang bersifats sementara (Temporary account)
4) Pembuatan necara saldo setelah penutupan, dipergunakan untuk mengecek kembali pencatatan yang akan dilakukan pada periode berikutnya
5) Penyusunan jurnal pembalik, dipergunakan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan pencatatan pada periode akuntansi berikutnya
d. Tahap pelaporan dan penganalisaan(penafsiran) meliputi kegiatan :
1) Penyusunan laporan keuangan, yang terdiri dari Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca dan Laporan Arus Kas
2) Pembuatan analisa laporan keuangan, digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi, baik untuk perkembangan usaha maupun untuk penambahan investasi
3. Kegunaan Akuntansi
- Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu lembaga/badan usaha kepada pihak yang berkepentingan, baik yang di dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat kuantitatif yang berupa angka-angka suatu uang yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan, yang berguna untuk :
a. Perencanaan, melalui informasi ekonomi yang tepat, maka manajemen perusahaan dapat menyusun rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
b. Pengendalian, melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajeman perusahaan dapat mengontrol, menilai terhadap jalannya perusahaan.
c. Pertanggung jawaban, walaupun laporan keunagan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menelusuri data kuantitatif (misal jumlah karyawan), sehingga dapat digunakan utuk bahan pertanggungjawaban manajemen, yang akan dapat digunakan untuk mengambil keputusan pada masa-masa yang kan datang.
C. SYARAT KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
1. Dapat dipahami
- Informasi akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai.
- Informasi dapat dipahami jika disajikan dalam bentuk yang digunakan dan jelas (tidak menimbulkan penafsiran lain).
2. Relevan
- Informasi tersebut relevan jika dapat mengurangi ketidakpastian, memperbaiki kemampuan pengambil keputusan untuk membuat prediksi, mengonfirmasikan atau memperbaiki ekspektasi/harapan sebelumnya.
- Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai, artinya dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu.
Penyusun: Riry Mardiyan, S.Pd
Handout Akuntansi Semester 1 3
- Suatu informasi dikatakan relevan jika memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
a. Prediktif, yaitu kemampuan informasi dalam membantu pemakai untuk memperkirakan hasil ataupun akibat dari peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa datang.
b. Umpan balik, yaitu kemampuan informasi dalam membantu pemakai untuk meyakinkan bahwa keputusan-keputusan yang ditetapkan sebelumnya telah tercapai ataukah menyimpang dari kenyataan sehingga pemakai dapat memperbaiki harapan-harapan terhadap peristiwa yang sama pada masa akan datang.
c. Tepat waktu, yaitu ketersedian informasi pada saat dibutuhkan, artinya informasi telah tersedia sebelum keputusan diambil
3. Keandalan atau reability
- Laporan keuangan yang andal (reliable), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur (faithful representation).
- Informasi dapat dikatakan andal jika memiliki ciri sebagai berikut:
a. Dapat diuji (verifiability) adalah informasi dapat diuji kebenarannya berdasarkan fakta-fakta pendukungnya.
b. Netral adalah informasi bebas dari keperbihakan, baik dalam pengukuran maupun dalam penyajiannya.
c. Kelengkapan adalah informasi dalam laporan keuangan harus disajikan secara lengkap karena kesenjangan untuk tidak mengungkapkan fakta dapat mengakibatkan informasi menjadi tidak benar dan menyesatkan
4. Dapat dibandingkan
- Dapat dibandingkan, maksudnya laporan keuangan dapat memudahkan pemakai dalam membandingkan laporan keuangan antar periode sehingga dapat diindentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan nya. Selain itu, pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antarperusahaan untuk mengevalusi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan keuangan secara relatif.
D. PEMAKAI AKUNTANSI
1. Pihak intern
- Pihak internal ialah pihak yang berhubungan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari, misalnya pemimpin perusahaan (manajer). Manajer sebagai pengelola perusahaan dan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan merupakan pihak yang paling bergantung dan terlibat dengan hasil akhir akuntansi.
- Banyaknya jenis data yang dibutuhkan seorang manajer akan sangat bergantung pada besar kecilnya perusahaan yang dikelolanya. Informasi akuntansi ini dibutuhkan oleh para manajer untuk mengevaluasi kegiatan usaha yang sedang berjalan maupun untuk merencanakan kegiatan usaha yang akan datang.
2. Pihak ekstern
- Pihak eksternal ialah pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan. Pihak eksternal, di antaranya sebagai berikut:
a. Pemilik perusahaan, memerlukan informasi akuntansi pada waktu tertentu untuk mengetahui posisi keuangan perusahaannya. Dengan demikian, pemilik dapat mengetahui perkembangan perusahaannya sehingga dapat mengambil keputusan ekonomi pada masa mendatang. Adapun bagi pemilik saham, informasi akuntansi dapat digunakan untuk menilai prestasi manajemen perusahaan.
b. Investor, memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui status keuangan dan prospek perusahaan pada masa yang akan datang. Informasi ini akan dijadikan dasar pertimbangan untuk menanamkan atau tidak menanamkan modal pada perusahaan tersebut.
c. Kreditor, memerlukan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Dari informasi keuangan yang ada, kreditor dapat memutuskan
Penyusun: Riry Mardiyan, S.Pd
Handout Akuntansi Semester 1 4
apakah akan menambah pinjamannya, menangguhkan pinjaman berikutnya, atau bahkan menarik pinjamannya yang telah diberikan pada suatu perusahaan.
d. Pemerintah, berkepentingan terhadap informasi akuntansi suatu perusahaan berkaitan dengan masalah perpajakan. Dari laporan keuangan yang ada, pemerintah dapat menentukan jumlah pajak yang harus dibayar dan penetapan kebijakan lainnya.
e. Karyawan, memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui stabilitas dan profitabilitas perusahaan tempat mereka bekerja. Hal ini berkaitan dengan masalah kesejahteraan karyawan, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang.
f. Pelanggan, dalam hal ini termasuk konsumen dan pemasok (supplier) perlu mengetahui keadaan keuangan perusahaan untuk menilai kelangsungan hidup perusahaan sehingga dapat menjamin kelancaran pem bayaran barang yang dipasoknya.
g. Masyarakat, terutama yang berada di sekitar perusahaan berkepentingan terhadap perusahaan dalam hal penyediaan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya. Selain itu, berguna juga untuk menilai kecenderungan dan perkembangan perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
E. BIDANG-BIDANG AKUNTANSI
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting), Bidang akuntansi yang berkaiatan dengan masalah pencatatan transaksi-transaksi keuangan dari suatu perusahaan atau suatu unit ekonomi lainnya dan penyusunan laporan-laporan keuangan secara periodik berdasarkan catatan-catatan tersebut.
2. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan untuk membantu para manajer pada tiap angkatan organisasi dalam menjalankan operasinya sehari-hari maupun dalam perencanaan operasinya di masa mendatang.
3. Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menitikberatkan pada penetapan biaya selama proses produksi serta penetapan harga pokok dari suatu barang setelah selesai di produksi.
4. Akuntansi Pemeriksaan (audit) merupakan kegiatan pemeriksaan atas laporan keuangan yang dibuat oleh suatu perusahaan.
5. Akuntansi Perpajakan: akuntansi yang berkaiatn dengan masalh penyusunan surat pemberitahuan pajak tahunan dari suatu perusahaan.
6. Akuntansi Anggaran: Bidang yang berkaitan dengan penyajian rencana kegiatan keuangan untuk suatu periode tertentu.
7. Sistem Akuntansi: bidang khusus akuntansi yang berkaiatan dengan pembuatan suatu rencana dan penerapan prosedur-rosedur dalam pengumpulan, pencatatan, dan pelaporan datat-datat keuangan.
8. Akuntansi Pemerintah: bidang akuntansi yang kegiatannya mengkhususkan pada pencatatan dan pelaporan transaksi unit organisasi pemerintah, departemen, pemerintah pusat dan daerah serta organisasi pemerintah, departemen, pemerintah pusat dan daerah, proyek pemerintah pusat dan daerah serta organisasi pemerintah lainnya seperti BUMN dan BUMD.
9. Akuntansi Pendidikan (Educational Accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan pendidikan akuntansi.
10. Akuntansi Sosial (Social Accounting), berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan tentang perubahan sosial akibat kemajuan teknologi, ekonomi, dan budaya.
F. PROFESI AKUNTAN
1. Akuntan Publik (Public Accountant) adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.
2. Akuntan Intern (Internal Accountant) adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi yang brttugas menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
Penyusun: Riry Mardiyan, S.Pd
Handout Akuntansi Semester 1 5
3. Akuntan Pemerintah (The Government Accountant) adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).
4. Akuntan Pendidik (educator Accountant) adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mangajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.
G. ETIKA PROFESI AKUNTAN
1. Tanggung Jawab Profesi, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2. Kepentingan Publik, setiap anggota untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalismenya.
3. Integritas, setiap anggota wajib memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik.
4. Objektivitas, setiap anggota harus bersifat objektif dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional, setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan prinsip kehati-hatian, kompeten, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan.
6. Kerahasiaan, setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7. Perilaku Profesional, setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
8. Standar Teknis, Setiap anggota wajib melaksanakan penugasan dari penerima jasa sesuai dengan keahlian dan kehatihatian, selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas.






0 komentar:

Poskan Komentar